Selasa, 28 Mei 2019

Pengurus MWC NU Kalidawir Belajar ke Tebuireng

Pengurus MWC NU Kalidawir Belajar ke Tebuireng



By Tebuireng Online [Rara Zarary]

October 14, 2018


Pengurus MWC NU Kalidawir Tulungagung silaturahmi dan belajar tentang seputar ke-NU-an ke Pesantren Tebuireng, Ahad (14/10/2018). (Foto: Luluk)
Tebuireng.online- Ahad, (14/10/2018) rombongan sebanyak dua bus penuh dari pengurus MWC NU Kalidawir Tulungagung sampai di Pesantren Tebuireng. Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi ke Pesantren Tebuireng dan rapat koordinasi UPZIS NU Carf-Lazisnu MWC NU Kalidawir Tulungagung. Acara di gelar di lantai 3 gedung KH. Yusuf Hasyim, yang disambut oleh wakil pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz.
Kiai Suja’i Habib, ketua Tanfidz MWC NU Kaligawir menyampaikan tujuan silaturrahmi tersebut dalam sambutannya di depan hadirin. “Yang Pertama adalah bagaimana kiat-kiat dan resep Tebuireng sejak masa penjajahan kemudian ikut dalam kegiatan kemerdekaan, dalam orde baru sampai dengan orde reformasi ini Tebuireng masih eksis di masyarakat khususnya di kalangan Indonesia pada umumnya.” Ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Pesantren Tebuireng sangat dikagumi. Sebab itu MWC Kalidawir berkunjung untuk “Ngangsu Kaweruh (Cari Ilmu)” supaya ilmu yang didapat bisa menambah rekomendasi kegiatan di Kalidawir agar bisa mengambil ilmu bagaimana manajemen Pesantren Tebuireng yang masih eksis dari mulai penjajahan hingga berpartisipasi dalam mendirikan negara ini dan menjadi pelopor berdirinya NU.
Kemudian yang kedua, lanjutnya bahwa diantara tujuan kunjungan ini dimaksudkan supaya warga Nahdliyyin Kalidawir juga bisa “Ngangsu Kaweruh (Cari Ilmu)” bagaimana anak cucu supaya bisa terus kerasan di pondok pesantren. Kemudian tujuan yang ketiga adalah agenda UPZISNU di kecamatan Kalidawir untuk mengadakan rapat koordinasi bagaimana perkembangan kegiatan UPZISNU dengan NU Jawa Timur atau dalam skala nasional saat ini.
Acara dilanjutkan dengan pemberian cindera mata dari MWC NU Kalidawir ke Pesantren Tebuireng dan dilanjutkan dengan rapat koordinasi UPZIS  NU Carf-Lazisnu MWC NU  Kalidawir Tulungagung.
Pewarta: Luluatul Mabrurah
Editor/Publisher: RZ
Bupati Tulungagung Letakkan Batu Pertama Gedung MWCNU Kalidawir

Bupati Tulungagung Letakkan Batu Pertama Gedung MWCNU Kalidawir


Bupati Tulungagung Letakkan Batu Pertama Gedung MWCNU Kalidawir
Mahbib, NU Online | Senin, 09 Mei 2016 06:30
Tulungagung, NU OnlineBupati Tulungagung Syahri Mulyo didampingi Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kalidawir dan Camat Kalidawir meresmikan dimulainya proses pembangunan gedung MWCNU setempat yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama.

Kegiatan peletakan batu pertama dibarengkan dengan peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU dan rutinan Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kalidawir, Sabtu (7/5), di Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur, yang diikuti sekitar delapan ribu warga NU.

Menurut Ketua MWCNU Kalidawir M Sudjai Habib, agenda pembangunan gedung MWCNU sebenarnya sudah dicanangkan sejak lama namun baru terlaksana pada kepengurusan tahun ini.

“Saya berharap dengan dibangunya gedung MWCNU ini, NU Kalidawir akan memiliki rumah yang digunakan untuk berjuang dan NU Kalidawir akan menjadi lebih solid, kokoh, dan kompak dalam gerakanya. Sehingga NU Kalidawir akan senantiasa konsisten dalam membangun dan mendampingi masyarakat,” tegasnya.

Agenda peletakan batu, peringatan harlah NU ke-93, dan rutinan Muslimat NU ini mengambil tema besar “Menguatkan NU untuk Peradaban Indonesia”. Rais Syuriah PCNU Tulungagung KH Mahrus Maryani menekankan tentang pentingnya NU untuk terus menjaga dan memlihara Pancasila sebagai ideologi bangsa. Kegiatan ini juga diisi dengan pengajian akbar oleh KH Anwar Zahid dari Bojonegoro dihadiri selain oleh ribuan Nahdliyin juga sejumlah pejabat pemerintahan beserta DPRD Kabupaten Tulungagung.

Sejauh ini, pembangunan gedung MWCNU Kalidawir membutuhkan total dana mencapai 1,8 miliar yang akan dibangung secara bertahap. Dana tersebut didapatkan murni dari dana masyarakat yang didonasikan baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui rekening Bank Jatim 0152766912 atas nama MWCNU Kalidawir. (Ikbar Sallim Al Asyari/Mahbib)
KUNJUNGAN MWC NU SENDANG DALAN RANGKA STUDY PENGELOLAAN KOIN NU

KUNJUNGAN MWC NU SENDANG DALAN RANGKA STUDY PENGELOLAAN KOIN NU

Tidak ada yang paling pas diucapkan selain syukur kepada Allah Swt. yang telah melancarkan proses kunjungan rombongan MWCNU Sendang ke MWCNU Kalidawir. Pertemuan yang memang sudah direncanakan sebelumnya ini berjalan dengan penuh keakraban, gayeng, dan rasa persahabatan yang tinggi.


Masih sama dengan agenda sebelum-sebelumnya, kunjungan MWCNU Sendang ke Kalidawir juga dalam rangka ngaji perihal gerakan Koin NU. Setelah beberapa waktu lalu menerima kunjungan dari MWCNU Gondang, pagi tadi MWCNU Kalidawir kembali menularkan ilmu Koin kepada perwakilan warga Nahdhiyin dari Kecamatan Sendang tersebut.

Berikut dokumentasi yang Admin dapat dari acara itu. Semoga berkah dan manfaat...
Studi Banding MWC NU Turen Malang Ke MWC Kalidawir Tulungagung

Studi Banding MWC NU Turen Malang Ke MWC Kalidawir Tulungagung


‎Diam-diam gerakan Koin NUKalidawir menjadi perhatian dan percontohan bagi umat Nahdliyin daerah lain. Di tengah-tengah acara rutinan Muslimat NU beserta Peringatan Harlah dan Isra'mi'raj kemarin, MWC NUKalidawir juga kedatangan tamu agung dari Turen, Malang. Tidak tanggung-tanggung, tamu yang hadir sebanyak dua bis. Mereka adalah Pengurus MWCNU beserta Pengurus Ranting NU dan banomnya se-Kecmatan Turen.

Kedatangan mereka ke Kalidawir semata-mata dalam rangka "ngangsu kaweruh" perihal gerakan Koin NU. Oleh MWCNU Kalidawir, para pejuang NU se-Kecmatan Turen tersebut langsung dipertemukan dengan pihak-pihak yang aktif mengurusi koin di Kalidawir, baik di jajaran Ranting maupun MWC NU. Mereka dengan antusias, saling bertegur sapa, mengenal, dan berdiskusi perihal ilmu Koin NU. Ada dialog yang cukup lama juga yang diselenggarakan di masjid Miftahul Huda Karangtalun. Perlahan keakraban pun terjalin antara dua MWCNU tersebut. Setelah solat, makan, tertawa, dan foto-foto bersama, akhirnya sekitar pukul 16:15 tamu dari MWCNU dan Ranting NU Turen pamit pulang. Ada keindahan tersendiri dari pertemuan kemarin, keindahan berbagi, keindahan belajar, dan keindahan menjalin keakraban dalam naungan ukhuwah nahdliyah. Semoga berkah.






Dikutib dari, NU Online
Tulungagung,
Pasca menyelenggarakan agenda pengkaderan PKPNU pada bulan Agustus 2017, MWC NU Kalidawir langsung bergerak dengan mengadakan rapat untuk menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut.

Bersama 179 kader yang terdiri dari 76 kader Perempuan NU dari unsur Muslimat, Fatayat, dan IPPNU dan 103 kader NU yang terdiri dari pengurus Ranting NU, Ansor, IPNU seluruh ranting NU di Kecamatan Kalidawir, disusuun beberapa agenda, diantaranya adalah mewujudkan usaha retail dengan format Nusantara Mart, kemandirian melalui Kotak Infak (Koin) NU, menyusun dan menginventarisir aset NU, dan memperkuat struktur ranting NU.

Moh Arif, salah satu pengurus MWCNU Kalidawir mengatakan dari keempat rencana tindak lanjut tersebut, akhirnya prioritas utama sebagai langkah nyata adalah mewujudkan Koin  NU. Rapat pertama dilaksanakan dengan hasil perlu study banding terkait pengelolaan Koin NU ke PCNU Sragen, Jawa Tengah yang sukses mengawali gerakan Koin NU.

Study banding pertama dilaksanakan oleh MWCNU Kalidawir pada bulan November 2017 dengan mengirimkan Tim Khusus perwakilan MWCNU Kalidawir yang berjumlah 13 orang. Sesampainya di PCNU Sragen, tim disambut oleh Ketua LAZISNU Sragen, Sriyanto dan diajak langsung ke lokasi pembukaan Koin NU di MWCNU Karangmalang, Sragen.

Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan secara langsung tata cara dan pengadministrasian Koin NU di MWCNU tersebut.

Selesai melaksanakan study banding pertama tersebut, Tim MWCNU Kalidawir menyusun hasil study banding dan disosialisaskian kepada seluruh ranting. Hasil sosialisasi tersebut mensepakati dua hal yaitu: segera memproduksi Kotak Koin dan mengadakan study banding kedua dengan menyertakan seluruh pengurus ranting NU.

Pada tanggal 15 Desember 2017, seluruh pengurus ranting yang berjumlah 19 ranting dan perwakilan banom NU beserta Tim yang melaksanakan study banding pertama, berangkat ke Sragen untuk melaksanakan studybanding kedua. 

Fokus study banding kedua adalah memperdalam administrasi dan perangkat pendukung keberhasilan gerakan Koin NU. Semua keterangan dari Tim Koin PCNU Sragen dicatat dan didokumentasikan secara rapi oleh seluruh peserta. Hasil dari study banding yang kedua ini, MWCNU Kalidawir membentuk dan meresmikan Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) di tingkatan MWCNU dan Jaringan Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (JPZIS) di tingkat ranting.

Agenda dilanjutkan dengan bimbingan teknis untuk UPZIS dan JPZIS dalam hal mengadministrasikan dan mengelola Koin NU serta tata kelola ZIS, sekaligus dengan membuka rekening untuk UPZIS dan JPZIS.

Setelah rangkaian administrasi terpenuhi, MWCNU Kalidawir bersama UPZIS dan JPZIS mengadakan sosialisasi kepada seluruh jamaah dan kelompok masyarakat serta mendata kebutuhan kotak beserta calon penerima kotak. Disepakati jumlah 10.000 (sepuluh ribu kotak) yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Peluncuran 10.000 Koin NU Kalidawir, Tulungaggung dilakukan pada Selasa, (6/2) dibersamakan dengan pengajian akbar dengan pembicara KH Ma'ruf Islamuddin, Ketua PCNU Sragen sekaligus inisiator Gerakan Koin NU di Sragen. Tim Shalawat Pesantren Walisongo Sragen, asuhaan Kiai Ma'ruf yang biasa mengiringi Kiai Ma'ruf dalam berdakwah, tak lupa dibawa serta.

Peluncuran Koin NU Kalidawir Tulungagung di MWCNU Kalidawir semakin istimewa dengan hadirnya Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah bahkan secara khusus memimpin peluncuran Koin NU Tulungagung. Selain itu ia pun melakukan simbolis pemberian santunan kepada anak yatim.

Hadir juga dalam acara tersebut 19 MWCNU Tulungagung dan jajaran PCNU Tulungagung.

Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung KH Hakim Mustofa menyampaikan bahwa gerakan Koin NU merupakan gerakan kemandirian warga NU. Gerakan tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja baik kalangan menengah maupun kalangan bawah demi mewujudkan kejayaan NU.

"Kegiatan ini akan memberikan dampak pada kemaslahatan dan pelayanan warga NU dibidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan kegiatan sosial lainnya," kata Kiai Hakim Mustofa.

Sementara Kiai Ma'ruf Islamudin dalam ceramahnya menyampaikan betapa pentingnya infak dan sedekah sebagai amal yang pahalanya berlipat ganda dan terus mengalir sampai kapan pun.

"Salah satu wujud infak dan sedekah adalah dengan membiasakan mengisi Koin NU yang sudah diluncurkan," ujar Kiai Ma'ruf Islamuddin.

Kiai Ma'ruf menambahkan bahwa MWC NU Kalidawir Tulungagung bisa dijadikan rujukan study banding bagi MWCNU lainnya.

"Panjenengan (Anda) untuk belajar Koin NU cukup ke Kalidawir. Tidak perlu jauh-jauh ke Sragen lagi," kata Kiai Ma'ruf yang disambut riuh tepuk tangan ribuan hadirin. (Nuruddin/Kendi Setiawan)

Kamis, 17 Mei 2018

Aplikasi Koin Kita untuk Android

Aplikasi Koin Kita untuk Android

Dalam rangka meningkatkan kualitas program koin NU kami menyediakan aplikasi untuk bisa di akses dan dipantau oleh anggota.
Untuk download KLIK DISINI

Cara instal.
Silakan diinstal di android masing masing.

Cara Login/Masuk aplikasi
1. Tekan tombol SIGN IN
2. Ketikan
Email : warga@mwckalidawir.or.id
Pasword : koinsukses
3. Tekan Submit
4. Selesai
Selamat menggunakan.