Rabu, 17 Juli 2019
Senin, 15 Juli 2019
PEMERAN PENTING YANG JARANG TEREXPOSE MEDIA
Perkembangan NU dikalidawir yang begitu pesat saat ini membawa dampak baik yang banyak dirasakan masyarakat. Dengan program program yang berorientasi atas kemandirian jama'ah dan jamiyyah harus banyak pihak yang dilibatkan. Salah satunya adalah BMT NUsantara UMAT MANDIRI, Baitul Mall yang didirikan oleh MWC NU kalidawir yang seluruh saham dibangun Melalui Warga NU dikalidawir ini sudah ber omset ratusan juta Rupiah. Ini tidak lepas dari semangat warga Nahdiyin di Kalidawir yang sudah mempercayakan Kebutuhan finansial di BMT SYARIAH milik NU Kalidawir. Mulai dari Simpanan dan Permodalan dan Juga Program Talangan Haji.
Sinergitas antar MWC NU dengan BMT NUsantara UMAT MANDIRI ini juga ditunjukkan melalui PROGRAM KOIN NU yang seluruh administrasi dipercayakan kepada BMT ini. Bahkan demi kepercayaan masyarakat tak hanya MWC NU tapi juga seluruh Ranting dikalidawir mempercayakan seluruh proses administraasi pada BMT. Sehingga tak ada sepeserpun yang dipegang oleh pengurus. Ini bertujuan agar kepercayaan masyarakat pada program ini terjaga dengan baik, dengan Transparansi keuangan, professionalisme penanganan, program program MWC NU bisa sukses.
Dengan semangat ini Seluruh Banom dan anggotanya pun ikut berpartisipasi dalam pertumbuhan tersebut. Contohnya ANSOR&BANSER yang telah merintis usaha, juga ikut memanfaatkan kesempatan ini dengan pembukaan rekening usaha.
Hal ini Seperti yang disampaikan oleh ketua Tanfidziyah MWC NU Kalidawir Drs. H. MOH. SUDJA'I HABIB, M. M. dengan berdirinya BMT ini diharapkan mampu memberi solusi bagi Masyarakat, sesuai dengan program kita memuju NU mandiri. Organisasi yang besar adalah terciptanya kemandirian ekonomi Jama'ah dan Jamiyyah, tuturbeliau.
Mengusung motto "MITRA AMANAH MENGGAPAI MASLAHAH, BMT NUsantara UMAT MANDIRI yang ber alamat di Gedung NU KALIDAWIR siap melayani SIMPANAN dan PEMBIAYAAN seluruh warga NAHDLIYIN khususnya di Kalidawir.
Itulah tadi adalah Pemeran penting yang jarang terexpose, kalo pembaca giman, sering terexpose gak?.....
Oia terakhir Ngomong2 Admin juga punya simpanan lo disana... Maka dari itu Ayo kita percayakan simpanan kita di BMT NUsantara UMAT MANDIRI.
Minggu, 14 Juli 2019
MEMPERKOKOH SEMANGAT TUGAS DAN FUNGSI BANSER WILAYAH SELATAN DALAM MENJAGA ORGANISASI DAN NKRI
Sumber: Didik Purwanto, A. Ma
(pengurus ANSOR KALIDAWIR)
BANSER merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga Nahdlatul Ulama. Dengan banyaknya personil banser di wilayah Kalidawir Tulungagung perlu adanya penguatan semangat tugas dan fungsi BANSER dalam menjaga Organisasi dan NKRI. Hal ini dituangkan dalam bentuk pertemuan rutin Silaturahmi anggota Banser wilayah selatan (Ds, Banyuurip, Kalibatur, Rejosari) yang termasuk daerah pesisir selatan Indonesia
Acara ini dihadiri oleh pimpinan anak cabang ANSOR dan satkoryon Banser Kalidawir dalam rangka memberikan motivasi dan arahan sehingga kedepan Banser semakin solid dan kuat dalam menjalankan tugasnya
Yang spesial dalam acra itu adalah kehadiran 80 sahabat banser dari Ngancar KEDIRI yang direncanakan mengadakan Latihan pada hari sabtu hingga Ahad 14 juli 2019. Kamipun menyambut baik dan ikut mendukung terlaksananya Latihan hingga selesai.
Semoga kedepan ANSOR & BANSER Kalidawir semakin jaya.
Sabtu, 13 Juli 2019
PEMBINAAN DAN PEMANTAPAN UPZIS NU-CARE LAZISNU MWC KALIDAWIR DI PW JATIM
"Melalui hasil usaha Lazisnu, NU harus bisa hadir di mana-mana dan memberikan manfaat" (Gus Afif Amrullah)
Ditulis oleh :
Adip Hasani, S. Pd ( pengurus upzis)
Jum'at 12 Juli 2019 menjadi momen penting bagi jajaran NU Care LAZISNU Kalidawir dan seluruh ranting di kalidawir. Mereka mengagendakan kunjungan ke PWNU Jawa Timur untuk menimba ilmu dan memompa semangat agar bisa terus istiqamah dalam berkhidmah utamanya di bidang pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah. Di antara yang ikut serta dalam rombongan tersebut adalah: beberapa pengurus MWCNU, seluruh pengurus UPZISNU tingkat MWC, pengelola BMT Nusantara Umat Mandiri dan lima dari perwakilan pengurus UPZIZNU Ranting.
Rombongan sebanyak dua bus itu pada akhirnya tiba di Kantor PWNU Jawa Timur pukul 18:00 WIB. Di sana mereka langsung disambut dengan penghormatan berupa sajian konsumsi yang tersedia di depan aula tempat acara. Lalu, setelah seluruh rombongan berkumpul, acara dimulai dengan dipandu salah seorang pengurus NU Care LAZISNU PWNU Jawa Timur, yang di sampingnya ada dua pemateri yang bakal menyampaikan topik penting berkaitan dengan zakat, infaq, dan shadaqah.
"Dari kunjungan ini, saya berharap komitmen untuk mengistikomahkan Koin NU yang sudah kita rintis selama dua tahun bisa lebih mantab lagi. Sukur-sukur nanti bisa mengambil ilmu untuk bisa merambah ke kegiatan yang lain, mislanya memaksimalkan pengambilan zakat mal khususnya di kalangan warga Nahdliyin. Maka dari itu, mohon kepada pengurus PWNU Jawa Timur berkenan memberikan motivasi dan arahan kepada kami, agar cita-cita kemandirian umat khususnya NU bisa benar-benar tercapai." Begitu Bapak Drs. H. Moh. Suja'i Habib. M. M memantik topik pembahasan dalam sambutannya selaku Ketua Tanfidziyah MWCNU Kalidawir.
Untuk merespons harapan itu pemateri pertama dari pihak PWNU Jawa Timur mengawalinya dengan penjelasan tentang legalitas LAZISNU sebagai Amil syar'i. Ustadz Ahmad Muntaha (UAM) selaku pemateri pertama menjelaskan Bahwa LBM (Lembaga Bahsul Masail) PWNU Jawa Timur telah menetapkan hukum bahwa LAZISNU adalah Amil Syar'i yang sah. Akan tetapi, untuk bisa disebut sah ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat itu adalah setiap pengurus baik LAZISNU, UPZISNU, maupun JPZISNU harus dipastikan sudah memiliki SK dari jajaran di atasnya. Jika mereka tidak memiliki SK, maka tidak bisa disebut sebagai amil syar'i.
Selanjutnya pembahasan diteruskan oleh pemateri yang kedua yakni Gus Afif Amrullah. Ada beberapa poin penting yang beliau sampaikan. Pertama, terkait 'amil syar'i dijelaskan bahwa UPZISNU tingkat MWC ataupun Ranting boleh membentuk dan melantik JPZISNU (Jaringan Pengumpul Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdhatul Ulama) dari orang-orang baik tergabung dalam kelompok pekerja di instansi tertentu, maupun secara individu. Hal ini misalnya, guru-guru di sekolah bisa dijadikan JPZISNU untuk mengambil zakat profesi dilingkup instansi sekolah tempat guru tersebut bekerja.
Kedua, Gus Afif telah meneliti tentang bagaimana cara-cara agar NU bisa mandiri. Dari penelitiannya tersebut ditemukan dua cara: 1) NU mengembangkan unit usaha, 2) NU mengelola dana filantropi melalui potensi ZIS (zakat infaq dan shadaqah).
Untuk pengembangan unit usaha misalnya NU menjual produk tertentu seperti: air mineral, sarung, kopyah, atau yang sudah dirintis oleh MWCNU Kalidawir selama ini yakni mengelola BMT. Kemuduan untuk pengelolaan dana filantropi bisa dengan memaksimalkan pengambilan ZIS dari masyarakat. Seperti gerakan Koin NU yang juga sudah dilaksanakan oleh MWCNU kalidawir.
"Perlu diperhatikan, Koin NU bukan satu-satunya dana filantropi. Masih ada potensi lain yang sampai sekarang belum begitu disentuh, yakni zakat mal." Kata Gus Afif. "Dan warga Nahdhiyin itu banyak, jika zakat mal juga bisa dimaksimalkan, yakin, NU tidak akan bingung soal dana bantuan kepada para penerima zakat". Lanjut Gus Afif.
Banyak hal sebenarnya yang disampaikan oleh Gus Afif. Termasuk yang menarik adalah tentang ide Almaghfurlah KH. M. Sahal Mahfudz tentang dibolehkannya pentasyarufan zakat dalam bentuk produktif. Maksudnya zakat diwujudkan benda yang bisa dijadikan sarana seorang yang menerima zakat untuk bekerja. Misalnya dalam bentuk becak, cangkul, kambing, atau yang lain yang bisa menjadikannya memiliki usaha sehingga bisa memunculkan potensi pengembangan ekonomi.
Gus Afif selaku Ketua NU Care Lazisnu PWNU Jawa Timur sangat berharap dari potensi keuangan yang bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat tersebut bisa dikelola baik oleh Lazisnu. "Jika NU bisa mengelola salah satu saja dari dua bidang yang saya sebutkan tadi (unit usaha dan dana filantropi) semaksimal mungkin, maka NU akan benar-benar menjadi organisasi yang mandiri," Gus Afif memotifasi. "Dan jika NU sudah punya dana atau modal, maka Melalui usaha Lazisnu, NU harus hadir di mana-mana dan memberikan manfaat." Begitu Gus Afif melanjutkan.
Memang sudah saatnya NU sebagai organisasi yang besar bergerak aktif di bidang pengelolaan dana umat. Jika NU tidak bergerak di sana, maka akan ada pihak lain yang memanfaatkannya. Lalu jika sudah begitu, siapa yang disalahkan?
Selasa, 25 Juni 2019
PEMBUATAN NAMEBOARD NU RANTING SE-KALIDAWIR
Papan Nama NU (name board) adalah media untuk menunjukkan identitas/Existensi Organisasi. Dengan semakin besar Nahdlatul Ulama diwilayah Kalidawir perlu adanya show of force yang indicatornya adalah semua ranting menunjukkan existensinya. Program ini akan dilanjutkan dengan memberi papan nama untuk masjid mushola yang sudah berbadan hukum PERKUMPULAN NAHDLATUL ULAMA. Yang sekarang sudah 60 lebih MASJID /MUSHOLA di wilayah Kalidawir sudah Berbadan Hukum PERKUMPULAN NAHDLATUL ULAMA dan trus memproses banyak lagi masjid /mushola diwilayah Kalidawir
Minggu, 23 Juni 2019
HASIL KEPUTUSAN KONFERENSI CABANG NAHDLATUL ULAMA KE XI KABUPATEN TULUNGAGUNG
Ditulis oleh:A. Ariful Mustaqim, M.PdI
HASIL KEPUTUSAN
KONFERENSI CABANG NAHDLATUL ULAMA KE XI
KABUPATEN TULUNGAGUNG
"Menyongsong 1 abad kejayaan NU, memperkuat Aswaja An Nahdliyah, demi tegaknya NKRI"
Usai sudah perhelatan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama XI berakhir pada hari ini, Minggu 23 Juni 2019. Forum tertinggi NU ditingkat Kabupaten ini adalah untuk memilih nahkoda PCNU 5 (lima) tahun mendatang tepatnya yaitu memilih Rois Syuriah dalam forum ahwa (ahlul halli wal 'aqdi) serta memilih ketua tanfidziyah sebagai pemegang kendali organisasi. Forum ini juga untuk mengesahkan langkah organisasi lima tahun ke depan yang di bahas dalam sidang-sidang komisi dan disepakati dalam sidang pleno.
Forum Konfercab ini menghasilkan keputusan Rais Syuriah terpilih dalam sidang anggota AHWA (Ahlul Halli wal 'Aqdi) yang dilaksanakan di Masjid An Nahdliyah kompleks PCNU Tulungagung yaitu KH. Muhson Hamdani, M.Pd.I. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantrean Hidayatul Mubtadi'in Ngunut Tulungagung.
Sedangkan untuk tahap penjaringan bakal calon ketua tanfidziyah yang dipilih melalui forum pemilihan peserta aktif dari unsur ketua MWCNU se Kabupaten Tulungagung serta ketua ranting se Kabupaten Tulungagung sebanyak 301 suara memunculkan beberapa nama yaitu:
KH. Abdul Hakim Mustofa
KH. Khoirul Huda, M.Ag
K. Bagus Ahmadi, M.Pd.I
KH. Mas'ud
KH. Ahmad Khozin, M.Pd
KH. Fathur Rouf Syafi'i, M.Pd.I
Dalam sidang tata tertib sebelumnya disepakati bahwa bakal calon ketua tanfidziyah bisa melanjutkan proses berikutnya bila memperoleh suara sekurang-kurangnya 75 suara. Sehingga bakal calon yang bisa lolos dan memenuhi syarat dalam pencalonan ketua tanfidziyah berikutnya hanya KH. Abdul Hakim Mustofa dengan memperoleh 76 suara.
Sesuai dengan prosedur pemilihan ketua terpilih harus mendapatkan persetujuan Rais Syuriah KH. Muhson Hamdani. Dalam sambutannya, beliau merestui KH. Abdul Hakim Mustofa sebagai ketua tanfdziyah terpilih periode 2019-2024. Selanjutnya amanah konferensi memberikan mandat ketua terpilih bersama tim mede formatur membentuk kepengurusan PCNU Kabupaten Tulungagung periode 2019-2024.
Semoga Calon terpilih dalam Konfercab NU ini bisa menjalankan amanah konferensi serta menjalankan program-program kerja nyata untuk lima tahun mendatang. Bukti nyata implementasi program-program kerja ini adalah dalam rangka untuk kebesaran NU di Kabupaten Tulungagung mendatang.
Jumat, 21 Juni 2019
KONFERENSI CABANG XI NAHDLATUL ULAMA CABANG TULUNGAGUNG
Ditulis oleh: A.Ariful mustqim, M.PdI
KONFERENSI CABANG NAHDLATUL ULAMA XI TULUNGAGUNG
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Tulungagung menyelenggarakan hajat lima tahunan yakni Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama ke XI dengan mengambil tema "Menyongsong 1 abad kejayaan NU, memperkuat Aswaja Annahdliyah demi tegaknya NKRI". Kegiatan Konferensi ini dilaksanakan pada hari jum'at-ahad 21-23 Juni 2019 bertempat di lokasi PCNU Kabupaten Tulungagung.
Konfercab NU ini diikuti oleh seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se Kabupaten Tulungagung dan seluruh ranting NU se Kabupaten Tulungagung. Tujuan Konfercab NU ini adalah dalam rangka untuk memilih nahkoda PCNU Tulungagung lima tahun ke depan, yakni rois syuriah dan dan ketua Tanfidziyah.
Konferensi Cabang NU Kabupaten Tulungagung ini di awali dengan acara pembukaan yang dilaksanakan pada hari jum'at 21 Juni 2019. Hadir dalam acara pembukaan ini PLT Bupati Tulungagung, PWNU provinsi Jawa Timur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak. M.Sc. Sekaligus membuka acara Konfercab NU XI ini
MWCNU Kalidawir beserta 17 Ranting se kecamatan Kalidawir juga ikut turut serta dalam mengsukseskan kegiatan ini. Sebagai peserta aktif dalam arena konferensi dari Kalidawir hanya punya tujuan untuk memilih pimpinan PCNU kabupaten Tulungagung 5 tahun ke depan yang lebih baik. Secara substansi, bahwa pimpinan PCNU ke depan perlu dipilih pimpinan yang bisa membawa NU khususnya di Kabupaten Tulungagung yang benar-benar memiliki kompetensi dan juga komitmen idiologi aswaja annhadliyah. Hal ini karena kian derasnya arus wahabi dan dan deradikalisasi yang perlu di hadapi dengan konsep Islam Nusantara untuk menebar kedamaian di muka bumi.
Harapan kita semua semoga perjalanan Konferensi ini berjalan lancar dan kondusif dan terpilih sosok tokoh yang amanah dalam mengemban mandat tertinggi organisasi besar ini. Aamiin
Selasa, 28 Mei 2019

Pengurus MWC NU Kalidawir Belajar ke Tebuireng
By Tebuireng Online [Rara Zarary]
October 14, 2018

Tebuireng.online- Ahad, (14/10/2018) rombongan sebanyak dua bus penuh dari pengurus MWC NU Kalidawir Tulungagung sampai di Pesantren Tebuireng. Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi ke Pesantren Tebuireng dan rapat koordinasi UPZIS NU Carf-Lazisnu MWC NU Kalidawir Tulungagung. Acara di gelar di lantai 3 gedung KH. Yusuf Hasyim, yang disambut oleh wakil pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz.
Kiai Suja’i Habib, ketua Tanfidz MWC NU Kaligawir menyampaikan tujuan silaturrahmi tersebut dalam sambutannya di depan hadirin. “Yang Pertama adalah bagaimana kiat-kiat dan resep Tebuireng sejak masa penjajahan kemudian ikut dalam kegiatan kemerdekaan, dalam orde baru sampai dengan orde reformasi ini Tebuireng masih eksis di masyarakat khususnya di kalangan Indonesia pada umumnya.” Ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Pesantren Tebuireng sangat dikagumi. Sebab itu MWC Kalidawir berkunjung untuk “Ngangsu Kaweruh (Cari Ilmu)” supaya ilmu yang didapat bisa menambah rekomendasi kegiatan di Kalidawir agar bisa mengambil ilmu bagaimana manajemen Pesantren Tebuireng yang masih eksis dari mulai penjajahan hingga berpartisipasi dalam mendirikan negara ini dan menjadi pelopor berdirinya NU.
Kemudian yang kedua, lanjutnya bahwa diantara tujuan kunjungan ini dimaksudkan supaya warga Nahdliyyin Kalidawir juga bisa “Ngangsu Kaweruh (Cari Ilmu)” bagaimana anak cucu supaya bisa terus kerasan di pondok pesantren. Kemudian tujuan yang ketiga adalah agenda UPZISNU di kecamatan Kalidawir untuk mengadakan rapat koordinasi bagaimana perkembangan kegiatan UPZISNU dengan NU Jawa Timur atau dalam skala nasional saat ini.
Acara dilanjutkan dengan pemberian cindera mata dari MWC NU Kalidawir ke Pesantren Tebuireng dan dilanjutkan dengan rapat koordinasi UPZIS NU Carf-Lazisnu MWC NU Kalidawir Tulungagung.
Pewarta: Luluatul Mabrurah
Editor/Publisher: RZ

Bupati Tulungagung Letakkan Batu Pertama Gedung MWCNU Kalidawir

Mahbib, NU Online | Senin, 09 Mei 2016 06:30
Tulungagung, NU OnlineBupati Tulungagung Syahri Mulyo didampingi Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kalidawir dan Camat Kalidawir meresmikan dimulainya proses pembangunan gedung MWCNU setempat yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama.
Kegiatan peletakan batu pertama dibarengkan dengan peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU dan rutinan Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kalidawir, Sabtu (7/5), di Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur, yang diikuti sekitar delapan ribu warga NU.
Menurut Ketua MWCNU Kalidawir M Sudjai Habib, agenda pembangunan gedung MWCNU sebenarnya sudah dicanangkan sejak lama namun baru terlaksana pada kepengurusan tahun ini.
“Saya berharap dengan dibangunya gedung MWCNU ini, NU Kalidawir akan memiliki rumah yang digunakan untuk berjuang dan NU Kalidawir akan menjadi lebih solid, kokoh, dan kompak dalam gerakanya. Sehingga NU Kalidawir akan senantiasa konsisten dalam membangun dan mendampingi masyarakat,” tegasnya.
Agenda peletakan batu, peringatan harlah NU ke-93, dan rutinan Muslimat NU ini mengambil tema besar “Menguatkan NU untuk Peradaban Indonesia”. Rais Syuriah PCNU Tulungagung KH Mahrus Maryani menekankan tentang pentingnya NU untuk terus menjaga dan memlihara Pancasila sebagai ideologi bangsa. Kegiatan ini juga diisi dengan pengajian akbar oleh KH Anwar Zahid dari Bojonegoro dihadiri selain oleh ribuan Nahdliyin juga sejumlah pejabat pemerintahan beserta DPRD Kabupaten Tulungagung.
Sejauh ini, pembangunan gedung MWCNU Kalidawir membutuhkan total dana mencapai 1,8 miliar yang akan dibangung secara bertahap. Dana tersebut didapatkan murni dari dana masyarakat yang didonasikan baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui rekening Bank Jatim 0152766912 atas nama MWCNU Kalidawir. (Ikbar Sallim Al Asyari/Mahbib)
Kegiatan peletakan batu pertama dibarengkan dengan peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU dan rutinan Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kalidawir, Sabtu (7/5), di Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur, yang diikuti sekitar delapan ribu warga NU.
Menurut Ketua MWCNU Kalidawir M Sudjai Habib, agenda pembangunan gedung MWCNU sebenarnya sudah dicanangkan sejak lama namun baru terlaksana pada kepengurusan tahun ini.
“Saya berharap dengan dibangunya gedung MWCNU ini, NU Kalidawir akan memiliki rumah yang digunakan untuk berjuang dan NU Kalidawir akan menjadi lebih solid, kokoh, dan kompak dalam gerakanya. Sehingga NU Kalidawir akan senantiasa konsisten dalam membangun dan mendampingi masyarakat,” tegasnya.
Agenda peletakan batu, peringatan harlah NU ke-93, dan rutinan Muslimat NU ini mengambil tema besar “Menguatkan NU untuk Peradaban Indonesia”. Rais Syuriah PCNU Tulungagung KH Mahrus Maryani menekankan tentang pentingnya NU untuk terus menjaga dan memlihara Pancasila sebagai ideologi bangsa. Kegiatan ini juga diisi dengan pengajian akbar oleh KH Anwar Zahid dari Bojonegoro dihadiri selain oleh ribuan Nahdliyin juga sejumlah pejabat pemerintahan beserta DPRD Kabupaten Tulungagung.
Sejauh ini, pembangunan gedung MWCNU Kalidawir membutuhkan total dana mencapai 1,8 miliar yang akan dibangung secara bertahap. Dana tersebut didapatkan murni dari dana masyarakat yang didonasikan baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui rekening Bank Jatim 0152766912 atas nama MWCNU Kalidawir. (Ikbar Sallim Al Asyari/Mahbib)
KUNJUNGAN MWC NU SENDANG DALAN RANGKA STUDY PENGELOLAAN KOIN NU
Tidak ada yang paling pas diucapkan selain syukur kepada Allah Swt. yang telah melancarkan proses kunjungan rombongan MWCNU Sendang ke MWCNU Kalidawir. Pertemuan yang memang sudah direncanakan sebelumnya ini berjalan dengan penuh keakraban, gayeng, dan rasa persahabatan yang tinggi.
Masih sama dengan agenda sebelum-sebelumnya, kunjungan MWCNU Sendang ke Kalidawir juga dalam rangka ngaji perihal gerakan Koin NU. Setelah beberapa waktu lalu menerima kunjungan dari MWCNU Gondang, pagi tadi MWCNU Kalidawir kembali menularkan ilmu Koin kepada perwakilan warga Nahdhiyin dari Kecamatan Sendang tersebut.
Berikut dokumentasi yang Admin dapat dari acara itu. Semoga berkah dan manfaat...
Masih sama dengan agenda sebelum-sebelumnya, kunjungan MWCNU Sendang ke Kalidawir juga dalam rangka ngaji perihal gerakan Koin NU. Setelah beberapa waktu lalu menerima kunjungan dari MWCNU Gondang, pagi tadi MWCNU Kalidawir kembali menularkan ilmu Koin kepada perwakilan warga Nahdhiyin dari Kecamatan Sendang tersebut.
Berikut dokumentasi yang Admin dapat dari acara itu. Semoga berkah dan manfaat...
Studi Banding MWC NU Turen Malang Ke MWC Kalidawir Tulungagung
Diam-diam gerakan Koin NUKalidawir menjadi perhatian dan percontohan bagi umat Nahdliyin daerah lain. Di tengah-tengah acara rutinan Muslimat NU beserta Peringatan Harlah dan Isra'mi'raj kemarin, MWC NUKalidawir juga kedatangan tamu agung dari Turen, Malang. Tidak tanggung-tanggung, tamu yang hadir sebanyak dua bis. Mereka adalah Pengurus MWCNU beserta Pengurus Ranting NU dan banomnya se-Kecmatan Turen.Kedatangan mereka ke Kalidawir semata-mata dalam rangka "ngangsu kaweruh" perihal gerakan Koin NU. Oleh MWCNU Kalidawir, para pejuang NU se-Kecmatan Turen tersebut langsung dipertemukan dengan pihak-pihak yang aktif mengurusi koin di Kalidawir, baik di jajaran Ranting maupun MWC NU. Mereka dengan antusias, saling bertegur sapa, mengenal, dan berdiskusi perihal ilmu Koin NU. Ada dialog yang cukup lama juga yang diselenggarakan di masjid Miftahul Huda Karangtalun. Perlahan keakraban pun terjalin antara dua MWCNU tersebut. Setelah solat, makan, tertawa, dan foto-foto bersama, akhirnya sekitar pukul 16:15 tamu dari MWCNU dan Ranting NU Turen pamit pulang. Ada keindahan tersendiri dari pertemuan kemarin, keindahan berbagi, keindahan belajar, dan keindahan menjalin keakraban dalam naungan ukhuwah nahdliyah. Semoga berkah.
Dikutib dari, NU Online
Tulungagung,
Pasca menyelenggarakan agenda pengkaderan PKPNU pada bulan Agustus 2017, MWC NU Kalidawir langsung bergerak dengan mengadakan rapat untuk menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut.
Pasca menyelenggarakan agenda pengkaderan PKPNU pada bulan Agustus 2017, MWC NU Kalidawir langsung bergerak dengan mengadakan rapat untuk menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut.
Bersama 179 kader yang terdiri dari 76 kader Perempuan NU dari unsur Muslimat, Fatayat, dan IPPNU dan 103 kader NU yang terdiri dari pengurus Ranting NU, Ansor, IPNU seluruh ranting NU di Kecamatan Kalidawir, disusuun beberapa agenda, diantaranya adalah mewujudkan usaha retail dengan format Nusantara Mart, kemandirian melalui Kotak Infak (Koin) NU, menyusun dan menginventarisir aset NU, dan memperkuat struktur ranting NU.
Moh Arif, salah satu pengurus MWCNU Kalidawir mengatakan dari keempat rencana tindak lanjut tersebut, akhirnya prioritas utama sebagai langkah nyata adalah mewujudkan Koin NU. Rapat pertama dilaksanakan dengan hasil perlu study banding terkait pengelolaan Koin NU ke PCNU Sragen, Jawa Tengah yang sukses mengawali gerakan Koin NU.
Study banding pertama dilaksanakan oleh MWCNU Kalidawir pada bulan November 2017 dengan mengirimkan Tim Khusus perwakilan MWCNU Kalidawir yang berjumlah 13 orang. Sesampainya di PCNU Sragen, tim disambut oleh Ketua LAZISNU Sragen, Sriyanto dan diajak langsung ke lokasi pembukaan Koin NU di MWCNU Karangmalang, Sragen.
Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan secara langsung tata cara dan pengadministrasian Koin NU di MWCNU tersebut.
Selesai melaksanakan study banding pertama tersebut, Tim MWCNU Kalidawir menyusun hasil study banding dan disosialisaskian kepada seluruh ranting. Hasil sosialisasi tersebut mensepakati dua hal yaitu: segera memproduksi Kotak Koin dan mengadakan study banding kedua dengan menyertakan seluruh pengurus ranting NU.
Pada tanggal 15 Desember 2017, seluruh pengurus ranting yang berjumlah 19 ranting dan perwakilan banom NU beserta Tim yang melaksanakan study banding pertama, berangkat ke Sragen untuk melaksanakan studybanding kedua.
Fokus study banding kedua adalah memperdalam administrasi dan perangkat pendukung keberhasilan gerakan Koin NU. Semua keterangan dari Tim Koin PCNU Sragen dicatat dan didokumentasikan secara rapi oleh seluruh peserta. Hasil dari study banding yang kedua ini, MWCNU Kalidawir membentuk dan meresmikan Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) di tingkatan MWCNU dan Jaringan Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (JPZIS) di tingkat ranting.
Agenda dilanjutkan dengan bimbingan teknis untuk UPZIS dan JPZIS dalam hal mengadministrasikan dan mengelola Koin NU serta tata kelola ZIS, sekaligus dengan membuka rekening untuk UPZIS dan JPZIS.
Setelah rangkaian administrasi terpenuhi, MWCNU Kalidawir bersama UPZIS dan JPZIS mengadakan sosialisasi kepada seluruh jamaah dan kelompok masyarakat serta mendata kebutuhan kotak beserta calon penerima kotak. Disepakati jumlah 10.000 (sepuluh ribu kotak) yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Peluncuran 10.000 Koin NU Kalidawir, Tulungaggung dilakukan pada Selasa, (6/2) dibersamakan dengan pengajian akbar dengan pembicara KH Ma'ruf Islamuddin, Ketua PCNU Sragen sekaligus inisiator Gerakan Koin NU di Sragen. Tim Shalawat Pesantren Walisongo Sragen, asuhaan Kiai Ma'ruf yang biasa mengiringi Kiai Ma'ruf dalam berdakwah, tak lupa dibawa serta.
Peluncuran Koin NU Kalidawir Tulungagung di MWCNU Kalidawir semakin istimewa dengan hadirnya Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah bahkan secara khusus memimpin peluncuran Koin NU Tulungagung. Selain itu ia pun melakukan simbolis pemberian santunan kepada anak yatim.
Hadir juga dalam acara tersebut 19 MWCNU Tulungagung dan jajaran PCNU Tulungagung.
Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung KH Hakim Mustofa menyampaikan bahwa gerakan Koin NU merupakan gerakan kemandirian warga NU. Gerakan tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja baik kalangan menengah maupun kalangan bawah demi mewujudkan kejayaan NU.
"Kegiatan ini akan memberikan dampak pada kemaslahatan dan pelayanan warga NU dibidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan kegiatan sosial lainnya," kata Kiai Hakim Mustofa.
Sementara Kiai Ma'ruf Islamudin dalam ceramahnya menyampaikan betapa pentingnya infak dan sedekah sebagai amal yang pahalanya berlipat ganda dan terus mengalir sampai kapan pun.
"Salah satu wujud infak dan sedekah adalah dengan membiasakan mengisi Koin NU yang sudah diluncurkan," ujar Kiai Ma'ruf Islamuddin.
Kiai Ma'ruf menambahkan bahwa MWC NU Kalidawir Tulungagung bisa dijadikan rujukan study banding bagi MWCNU lainnya.
"Panjenengan (Anda) untuk belajar Koin NU cukup ke Kalidawir. Tidak perlu jauh-jauh ke Sragen lagi," kata Kiai Ma'ruf yang disambut riuh tepuk tangan ribuan hadirin. (Nuruddin/Kendi Setiawan)
Kamis, 17 Mei 2018

Aplikasi Koin Kita untuk Android
Dalam rangka meningkatkan kualitas program koin NU kami menyediakan aplikasi untuk bisa di akses dan dipantau oleh anggota.
Untuk download KLIK DISINI
Cara instal.
Silakan diinstal di android masing masing.
Cara Login/Masuk aplikasi
1. Tekan tombol SIGN IN
2. Ketikan
Email : warga@mwckalidawir.or.id
Pasword : koinsukses
3. Tekan Submit
4. Selesai
Selamat menggunakan.
Minggu, 06 Mei 2018
Studi Banding MWC NU Turen Malang Ke MWC Kalidawir Tulungagung
Diam-diam gerakan Koin NUKalidawir menjadi perhatian dan percontohan bagi umat Nahdliyin daerah lain. Di tengah-tengah acara rutinan Muslimat NU beserta Peringatan Harlah dan Isra'mi'raj kemarin, MWC NUKalidawir juga kedatangan tamu agung dari Turen, Malang. Tidak tanggung-tanggung, tamu yang hadir sebanyak dua bis. Mereka adalah Pengurus MWCNU beserta Pengurus Ranting NU dan banomnya se-Kecmatan Turen.Kedatangan mereka ke Kalidawir semata-mata dalam rangka "ngangsu kaweruh" perihal gerakan Koin NU. Oleh MWCNU Kalidawir, para pejuang NU se-Kecmatan Turen tersebut langsung dipertemukan dengan pihak-pihak yang aktif mengurusi koin di Kalidawir, baik di jajaran Ranting maupun MWC NU. Mereka dengan antusias, saling bertegur sapa, mengenal, dan berdiskusi perihal ilmu Koin NU. Ada dialog yang cukup lama juga yang diselenggarakan di masjid Miftahul Huda Karangtalun. Perlahan keakraban pun terjalin antara dua MWCNU tersebut. Setelah solat, makan, tertawa, dan foto-foto bersama, akhirnya sekitar pukul 16:15 tamu dari MWCNU dan Ranting NU Turen pamit pulang. Ada keindahan tersendiri dari pertemuan kemarin, keindahan berbagi, keindahan belajar, dan keindahan menjalin keakraban dalam naungan ukhuwah nahdliyah. Semoga berkah.

























